Inspirasi Semangat: Danu Sofwan

Keresahan atas dominasi produk asing di pasar Indonesia membuat Syaputra Kamandanu Sofwan, atau yang biasa dipanggil Danu, termotivasi untuk mengangkat produk lokal dan menjadikannya populer di pasar modern. Berbagai riset ia lakukan hingga muncul ide untuk membuat minuman modifikasi dari cendol. Menurut data yang ditemukan Danu, Cendol mewakili Indonesia sebagai satu dari 50 minuman terlezat di dunia. 

Memulai usaha dengan kondisi perekonomian keluarga yang rendah saat itu jadi tantangan tersendiri untuk Danu. Sejak ayahnya meninggal dan usaha milikinya mengalami kebangkrutan, hidup Danu yang sebelumnya serba berkecukupan berubah. Untuk makan dan keperluan sehari-hari, Danu dan keluarga harus menjual barang-barang yang tersisa hingga tiba pada satu titik di mana tidak ada lagi yang bisa dijual. Kala itu, Danu dan sekeluarga makan seadanya dengan nasi ditabur garam atau kecap.

Keadaan keluarga yang seperti itu membuat Danu bertekad untuk melakukan berbagai hal untuk membantu keluarganya. Berbagai pekerjaan coba ia lakukan, mulai dari jadi supir untuk temannya, pengamen, hingga kuli pasir dengan gaji 50 ribu seminggu. Hingga muncul ide untuk membuat produk Cendol, Danu masih tidak memiliki modal yang cukup. Namun keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah.

Berbekal uang 200 ribu rupiah, Danu melakukan backpacker mengunjungi berbagai lokasi hingga tidur di musala untuk menemukan resep yang tepat untuk usaha cendolnya. Danu juga berinisiatif mengganti santan dengan susu agar produk buatannya lebih sehat, menciptakan menu dengan nama-nama unik, hingga mengemas produknya semodern mungkin agar dapat diterima pasar. Maka terciptalah nama Radja Cendol yang diharapkan Danu bisa menjadi raja minuman tradisional Indonesia.

Tantangan lain datang saat Danu akan membuka outlet Radja Cendol pertamanya. Uang tabungan yang hanya tersisa 300 ribu harus ia kembangkan hingga menjadi 5 juta rupiah. Berbagai perjuangan ia lakukan selama 6 bulan hingga akhirnya outlet Radja Cendol terbentuk.

Perjuangan Danu berbuah hasil. Di hari pertama Radja Cendol dijual, Danu mendapat tawaran kemitraan dari tiga temannya dan langsung balik modal. Hingga kini, Radja Cendol sudah memiliki 800 outlet di seluruh Indonesia, bahkan juga di Hongkong. 

Belajar dari pengalaman hidupnya, Danu memiliki prinsip yang kuat untuk mewujudkan cita-cita. 

Untuk menjalankan cita-cita perlu keberanian, lalu untuk membuat harapan jadi kenyataan diperlukan kunci, yaitu ilmu, amal, dan belajar. Ilmu menjadi bagian dari ikhtiar, amal untuk memperlancar, lalu terus menerus belajar untuk membuat sesuatu yang kecil menjadi besar.

Dari semua itu, yang terpenting adalah semangat yang tidak kenal lelah dan tidak menyerah untuk mewujudkan cita-cita!

Cek video interview Danu Sofwan di Instagram @primawaterid

Leave a Reply Text

Your email address will not be published. Required fields are marked *